Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2011

Lebih Baik Memilih Klinik Gigi Orthodonti !!

Biasanya saat anda ingin mengunjungi klinik atau praktek dokter gigi pribadi, tidak disebutkan jenis atau macam klinik gigi tersebut. Karena klinik gigi yang akan dikunjungi merupakan klinik gigi umum yang melayani semua jenis perawatan gigi dan mulut.

Pada rumah sakit atau poliklinik gigi, ruang perawatan gigi dibagi atas beberapa jenis sesuai jenis perawatan yang ditangani oleh dokter yang berada di klinik tersebut. Setiap macam klinik gigi biasanya ada seorang dokter gigi spesialis, seperti pada klinik gigi Orthodonti, disana ditangani oleh seorang Orthodontist (Spesialis orthodonti). Tidak ada salahnya anda mengetahui arti dari nama-nama klinik gigi, simak berikut ini.

Klinik Gigi Orthodonti. Merupakan klinik gigi yang menangani pasien dengan masalah pertumbuhan, perkembangan, variasi wajah, rahang dan gigi dan abnormalitas dari hubungan gigi dan wajah serta perawatan perbaikannya. Secara garis besar ada dua macam alat orhtodonti yang sering disebut dengan bracket atau behel, yaitu alat orthodonti lepasan dan cekat. Selain beda cara pemakaiannya, kedua alat ini juga memiliki fungsi yang berbeda. Pada umumnya alat orthodonti lepasan digunakan pada anak-anak dengan kasus mudah. Sedangkan alat orthodonti cekat digunakan untuk pasien dewasa atau anak-anak dengan kasus yang lebih sulit atau kompleks.

Klinik Gigi Pedodonti. Merupakan klinik gigi yang menangani masalah pertumbuhan dan perkembangan pada gigi dan mulut pasien anak. Hal ini dibedakan dengan pasien dewasa karena pasien anak memiliki jenis gigi yang berbeda dengan gigi orang dewasa, dimana pasien anak masih memiliki gigi susu sedangkan pasien dewasa memiliki gigi tetap. Pada anak-anak, berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang memerlukan perhatian khusus.

Klinik Gigi Prosthodonti. Merupakan klinik gigi yang menangani penggantian satu atau beberapa gigi asli dan jaringannya yang hilang dengan gigi tiruan. Secara umum gigi tiruan dibagi menjadi dua bagian, yaitu Gigi Tiruan Lepas dan Gigi Tiruan Cekat. Saat ini sudah mulai dilakukan perawatan penggantian gigi asli dengan teknik Implant.

Klinik Gigi Bedah Mulut. Merupakan klinik gigi yang menangani pasien yang membutuhkan tindakan bedah, termasuk disini tindakan cabut gigi (ekstraksi) sehingga di dalam bagian klinik ini ada yang disebut bagian eksodonti. Mulai dari cabut gigi sampai operasi gigi dan mulut dilakukan di dalam klinik gigi ini

Klinik Gigi Konservasi. Merupakan klinik gigi yang menangani perawatan restorasi gigi (seperti tambalan gigi, pembuatan mahkota buatan) di tiap-tiap gigi. Di dalamnya terdapat bagian Endodontik yaitu perawatan saluran akar gigi. Segala usaha yang ditujukan untuk mempertahankan gigi selama mungkin di dalam mulut, yang salah satunya dengan membuatkan restorasi pada tiap-tiap gigi yang membutuhkan.

Bahaya Makanan Siap Saji

Posted by Wong Ndeso Go Blog at 3:37 PM . Friday, June 06, 2008
Dibawah berikut ini bukanlah hasil dari survei ataupun polling yang aku lakukan, tetapi murni perkiraan aku saja dari apa yang aku perhatikan selama ini.

Rata - rata anak kost di Indonesia pernah namanya makananan siap saji, bukan?... jangankan anak kost anak - anak kecilpun sudah disuguhi dengan makanan yang instan dan apesnya mereka menyukainya. Sebenarnya gaya hidup sekarang memang berbeda jauh dari djaman doeloe, sekarang semua serba instant sampai pola makanpun terkena imbasnya. Dan bisa anda jumpai banyak sekali menjamur makanan siap saji di kota - kota besar dan selalu ramai dengan pengunjung terutama kaula muda.
Sebenarnya berapa berbahayanya dan berapa keuntungan yang di dapat dari memakan makanan siap saji dan makanan yang diawetkan?...

Situs berita HealthDaysNews belum lama ini menyatakan tahun ini di Amerika Serikat (AS) saja sudah ada 57.000 orang meninggal akibat kanker usus besar. Mayoritas (97 persen) penderitanya adalah mereka yang berusia di atas 40 tahun. Di Indonesia pasiennya belum terdeteksi secara pasti. Namun Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta menyatakan setiap tahun menerima 50 pasien baru penderita kanker usus besar.
Sedemikian besarnya risiko kanker usus besar ini kian mengintai, sampai-sampai di di AS bulan Maret ini ditetapkan sebagai bulan kewaspadaan terhadap kanker usus besar. Hal tersebut diakibatkan semakin banyaknya orang di AS yang mengonsumsi makanan siap saji yang notabene memiliki kandungan serat sangat rendah. Kepada mereka yang sudah punya gejala kanker usus besar, diharuskan mengonsumsi banyak sayuran, buah dan zat besi. ”Tapi yang paling penting adalah kedisiplinan mereka,” ujar Dr. David A. Johnson, kepala bagian gastrieoterologi di Eastern Virginia School of Medicine.

Siapa yang berpotensi kena kanker usus besar? Tentu saja mereka yang paling sering mengonsumsi makanan berlemak seperti yang disajikan pada rumah makan cepat saji. Makanan berlemak seperti hamburger, ayam goreng, kentang goreng, dan sejenisnya hanya akan memperlambat waktu transit makanan. Zat karsinogenik yang terkandung dalam makanan tadi akan lama mengendap di dinding usus sehingga memicu pertumbuhan kanker di sana.

Penelitian tentang hubungan antara konsurnsi serat dengan pencegahan kanker usus terus dilakukan di banyak negara. Temuan terbaru tahun 2003 di Eropa, disebutkan bahwa peningkatan konsumsi serat pada masyarakat Eropa hingga 30 gram per hari dari sebelumnya hanya 15 gram per hari, terbukti dapat mengurangi risiko pembentukan kanker usus hingga 40 persen.

Deteksi Dini
Langkah terbaik adalah, pada usia antara 30-40 tahun mulai memeriksakan diri ke dokter. Ini bermanfaat bagi deteksi dini pertumbuhan kanker usus besar. Gejala kanker ini nyaris mirip dengan diare, yaitu adanya darah dalam tinja. Gejala akhir termasuk pucat, sakit pada umumnya, malnutrisi, lemah, kurus, terjadi cairan di dalam rongga perut, pembesaran hati, serta pelebaran saluran limpa.

Kalau memang ditemukan tanda-tanda tersebut dokter akan mengambil tindakan berupa kolonoskopu, sigmoidoskopi atau tes darah. Kolonoskopi adalah prosedur memasukkan tabung panjang berkamera ke dalam usus besar melalui lubang anus. Dari sini bisa terlihat jelas bagian mana saja yang sudah terkena kanker. Sedangkan sigmoidoskopi merupakan prosedur yang hampir serupa yang terbatas memonitor bagian usus yang bernama sigmoid.
Daripada harus mengikuti prosedur ”mengerikan” seperti di atas, bukankah sebaiknya kita membiasakan diri dengan pola makan sehat? Sebenarnya mudah saja, kata kuncinya adalah makanan berserat. Mengkonsumsi makanan berserat banyak manfaatnya. Serat merupakan bagian dari tumbuhan yang tak sepenuhnya dapat diserap, sehingga menambah massa dalam tinja. Hal ini akan memicu pergerakan tinja dalam usus, yang akan menimbulkan keteraturan pergerakan usus.

Dengan banyak makan makanan berserat, maka jadwal buang air besar akan lebih teratur. Buang air besar yang teratur akan memperpendek lamanya tinja berada di usus, sehingga memperkecil penyerapan zat-zat berbahaya oleh dinding usus. Hal ini akan mengurangi kemungkinan mendapat kanker usus di kemudian hari. Serat dapat diperoleh dari beras, sayuran, beras merah, gandum, kacang, popcorn, dan tentunya dari sayuran dan buah-buahan. Tentu saja, semua bahan makanan itu jauh lebih murah daripada harga makanan di restoran cepat saji.

Masihkah anda untuk berniat makan siang bersama orang terdekat anda di Restoran Siap Saji minggu ini?

Sumber dari biasbiru.blogspot.com

Percantik Gigi Dengan Behel

Rabu, 11 Februari 2009, 17:36 WIB
Nenden Novianti
Behel Gigi (corbis.com)


VIVAnews – Anda sungkan tersenyum lebar karena gigi kurang rapi ? Mungkin saatnya anda mendongkrak rasa  percaya diri dengan mengenakan behel  untuk memperbaiki penampilan gigi agar nampak lebih cantik.
Tapi sebelum memutuskan mengenakan behel,  ada beberapa hal yang perlu anda ketahui. Pertama, siapkan dana sekitar 9 hingga 10 juta untuk behel  berbahan metal, dan 15 – 17 juta untuk behel berbahan keramik.
Masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya.  Behel berbahan metal dipilih untuk kualitasnya yang dinilai lebih baik, lebih kuat serta bisa mengatasi kasus yang termasuk berat sekalipun. Harganya pun lebih murah. Tapi dari segi estetika memang agak kurang disukai, karena warna metal yang menempel  di gigi seringkali dinilai mengurangi kecantikan wajah.

Banyak wanita yang lebih memilih mengenakan behel berbahan keramik dibanding metal, meski harganya lebih mahal. Behel berbahan keramik warnanya hampir sewarna gigi sehingga nampak lebih sedap dipandang bila tersenyum.
Sebetulnya ada satu jenis behel lagi, yaitu berbahan porselen, tapi jarang digunakan karena mudah ternoda oleh warna makanan. Lagipula secara fungsi estetika, mirip dengan  behel berbahan keramik yang lebih elegan dikenakan.

Namun selain dana, ada hal lain yang sangat penting untuk kesuksesan upaya mempercantik gigi ini. Menurut Drg.Ardi Kurniawan,Sp.Ort dari Danta Dental Care, niat dan komitmen jangka panjang diperlukan dari pasien yang ingin mengenakan behel. Maklum upaya mempercantik ini tak selalu menyenangkan dan membutuhkan waktu 2 hingga 2,5 tahun.

“Sikap kooperatif pasien sangat dibutuhkan untuk keberhasilan proses perbaikan gigi. Pasien harus rajin merawat gigi dengan perawatan rutin ekstra, serta kontrol ke ortodontis yang merawatnya setiap tiga pekan,” kata drg.Ardi.

Bila pasien tak kooperatif maka bisa jadi waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan lebih panjang. Bahkan bisa jadi harus dihentikan di tengah jalan, bila terbukti pasien tak cukup rajin merawat giginya, sehingga menimbulkan kerusakan jaringan penyangga gigi, seperti gusi berdarah dan gigi goyang,” lanjut drg Ardi.

Untuk para wanita yang sudah mengenakan behel saat ini, Drg. Ardi memberikan tips agar tujuan mengenakan behel berhasil seperti harapan. Rutin mengganti karet elastis sehari dua kali dan menggunakan alat ekstra perawatan oral untuk pasien dengan kasus-kasus khusus. Membersihkan gigi dengan lebih teliti, sikat gigi setiap habis makan, dan gunakan obat kumur.

Terakhir rajin kontrol ke ortodontis yang merawat, untuk mengevaluasi pergerakan gigi, konsultasi keluhan yang terjadi dan mengecek kebersihan rongga mulut.
• VIVAnews